Bukan saya! Alhamdulillah bukan saya, dan mudah-mudahan tak pernah saya alami.
Tiga hari yang lalu saya sangat merasa sedih dan sedikit merasa lega akhirnya bisa dapat kabar dari dia. Dianya rahasia ya. :) Tapi tak lama kemudian datang sesosok laki-laki aabege, anak SMA gitu. Awal perbincangan kami ketika dia bertanya "Mbak, mbaknya puasa ya?" saya jawab dengan tersenyum "Puasa dong, emangnya kamu nggak puasa" saya tau karena dia sedang merokok.
Karena dia yang mulai dari awal bicara sehingga saya dan dia berbincang lama. Kalo dia gak nyapa duluan rasanya gak mungkin kita bisa berdialog lama. Ya saya memang males ngomong apalagi sama orang yang baru dikenal. (terlihat sedikit sombong ya, tapi memang begitu) :).
Lalu saya balik bertanya==>
saya : "Kenapa kamu gak puasa, emang kamu gak malu sama anak kecil yang pada puasa?"
dia : "Dulu si puasa mbak, tahun kemarin,"
saya : "Kenapa sekarang enggak,trus kamu solat nggak?"
dia : "Solat mba 5bulan yang lalu,"
Seketika saya heran dan tertawa mendengar jawaban anak itu. Masa iya selama 5bulan terakhir ini dia nggak solat. Duhh.... #miris . Kata 5 bulan yang lalu sedikit mengusik benak saya untuk meng-kepoin dia.
Ternyata 5 bulan yang lalu dia masih bersama-sama kedua orangtuanya.
Dan sekarang.... Dia bercerita dengan pelan, entah karena sedih atau memang dia logatnya halus begitu karena dia orang Pati, ngomongnya juga jawa gitu.
ya sekarang dia adalah anak #brokenhome. Ayahnya menikah lagi dengan wanita lain dan dia sudah punya adik (saudara tiri).
Dari situ saya terdiam merasakan betapa sedihnya dia dan ibunya yang kerja di Arab. Ah seandainya dia adikku, saat itu juga ingin sekali aku tepuk pundaknya dan berkata "Ayolah jangan cengeng, kamu itu cowok harus kuat harus menghadapi hidup ini dengan tegar". Sayang itu hanya ada dalam hatiku, karena kita bukan mukhrim :)). hehe
Hal yang juga membuat saya tertarik ketika dia berkata "sepi hidup sendiri". Lalu saya bertanya "Kok sepi, bukannya kamu tinggal sama ayah sejak kecil? lalu keluarga besarmu? saudaramu?."
Dia sejak kecil memang diurus sama ayahnya, namun ayahnya tidak terlalu baik, istilahnya KAKU dengan anaknya sendiri. Dan keluarga dari ayahnya seperti tantenya, embah juga kurang dekat dengan dia. Maka dari itu dia merasa sepi seperti hidup sendirian.
Sejenak saya terdiam dan berkata dalam hati "aahh bersykurnya saya masih punya ayah dan ibu, meskipun keluargaku keluarga kecil, tidak mewah dengan harta, tapi alhamdulillah kasih sayang aku, kakakku, dan adikku terpenuhi dan kami bahagia"
Terlepas dari persoalannya. Dari persoalan #brokenhome. Saya sedikit menasehatinya untuk tidak terlalu berpacu pada kesedihannya saat ini. Semangat hidupmu belum berakhir saat ini. Dan tolong kamu solat lagi yaa.. coba puasa juga, kamu pasti kuat, kamu pasti bisa. Apalagi katanya keluarga dari ibu kamu agamis. #terlepasdarikeluargaAyah...
Dan jangan terlalu banyak merokok. Itu juga gak ketinggalan karena saya tak suka perokok. Eh jadi curhat#
Alhamdulillah dia yang berkata dia solat 5 bulan yang lalu. Semalam dan 2 malam yang lalu dia berangkat solat tarawih. Walaupun dia belum mulai puasa :'( sedih rasanya. Tapi setiap hari saya ingatkan dia untuk hal-hal yang baik. Entahlah kali ini aku peduli dengan orang. Karena saya yakin dia orang baik. Dan insya Allah dia bisa berubah menjadi yang lebih baik. Semangat ya kamu diluar sana yang bernasib sama seperti dia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar