Rabu, 19 Desember 2012

IBU

IBU...
Bila aku harus mendeskripsikan tentangmu dengan kata-kata, sejuta katapun tak mampu mengungkapkan semua isi hatiku untukmu, hanya untukmu...

IBU...
Saat aku dengar kata "ibu" , aku hanya terdiam, tak mampu mengungkapkan kata satupun, badanku lemas, hatiku tercengang, air mataku menetes, tapi bibirku tersenyum...

IBU...
Kenapa kau begitu tulus membesarkan anakmu ini, anakmu yang belum tentu bisa membalas budi seluruh pengorbananmu selama ini, dan mungkin tidak bisa.

IBU...
Hanya engkau yang mampu meredam tangisku, hanya engkau yang mampu meneruskan senyum ini, hanya engkau yang tulus mendengar keluh kesalku setiap hari.


IBU
Mungkin untuk sekarang ini aku belum bisa membahagiakanmu, membuatmu bangga, membuatmu menangis bahagia, tapi mungkin kelak aku akan membawamu ke dalam pelukanku, pelukan hangat yang sangat aku rindukan itu.

IBU
Engkau sosok yang sangat tabah, sangat ramah dalam kehidupan ini, itu yang belum bisa aku teladani hingga kini.

IBU
Memandang senyummu saja aku bahagia, apalagi jika aku yang bisa membuatmu tersenyum sepanjang hari.

IBU
Tak banyak yang aku ingin, aku hanya ingin menjadi bagian dari senyummu, senyummu yang selalu aku nantikan setiap detik, setiap waktu.

Tidak ada komentar: