Menandai sisa diam kita dengan-nya yang tak saling lupa...
Mungkin masih tersimpan luka kemarin...
Dan kita terus malu-malu...
Aku.....
Menulusuri bening matamu...
Lengkung alismu juga rambutmu yang kau biarkan berantakan....
Jika saja tersimpan ledak yang mungkin mencairkan beku kita,
Dan kau menghujaniku sesungguhnya....
Sayang….dalam dingin hujan ini,
Kita melewatkan satu hal,
Rindu yang tak kita mengerti mengapa ia tumbuh...
Hingga pada akhirnya kita bukan apapun kecuali hujan yang paling sepi ini...
Memunguti sisa diam kita, pada deras hujan ini...
Tik..tik...tiknya menyampaikan ketenangan masa lalu itu...
Ketenangan yang masih kusangka pelukan darimu...
Begini deras hujan ini…
Sebegitu pula diam ini sangat kita kenali...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar